
Jember, independentnew-post.com
Program Gus Bupati Jember terkait penyaluran insentif guru ngaji saat ini terus dilaksanakan penyalurannya di seluruh desa se-Kabupaten Jember, dengan besaran insentif sebesar Rp. 1.500.000,- per guru ngaji, dan melalui pemerintahan desa dan pendamping desa, Seperti halnya kegiatan penyaluran insentif guru ngaji di wilayah Kecamatan Pakusari, Kabupaten Jember. Kamis (16/10/2025).
Saat melakukan konfirmasi terkait penyaluran insentif guru ngaji, Fitri Kepala Desa mengatakan “Kegiatan hari ini adalah pembagian insentif guru ngaji sejumlah 34 orang penerima untuk Desa Subo, pengajuannya waktu 37 orang, dan semuanya muslim, nanti seandainya ada yang sakit, akan kita antarkan ke rumahnya masing – masing, didesa Subo ini ada 4 dusun, kegiatan insentif guru ngaji ini pertama kalinya dilakukan di balai desa, harapan ke depan tetap dilaksanakan di balai desa, agar tempatnya tidak terlalu jauh sehingga meminimalisir yang tidak bisa hadir, untuk pendampingnya insentif guru ngaji adalah Siti Soleha” ujarnya.

Sementara dilain pihak Bapak Mujiono, SH. MM, selaku Kasi PMKS Kecamatan Pakusari saat diwawancarai di Balai Desa Jatian terkait Penyaluran Insentif atau Honorarium Guru Ngaji mengatakan, “Siang ini kita ada di balai Desa Jatian, Kecamatan Pakusari dalam rangka penyaluran honorarium guru ngaji diwilayah Desa Jatian yang jumlahnya pada siang hari ini sekitar 50 orang guru ngaji yang insya’Allah dari 50 orang tersebut akan hadir pada hari ini, harapan saya selaku Kasi PMKS Kecamatan Pakusari berharap semoga kedepan anak – anak yang mendapatkan ilmu dari ustad, dari ustadzah, mudah – mudahan ilmunya bermanfaat, barokah, dan menjadi anak Sholeh dan Sholeha”. Ujarnya.
“Kemudian untuk para ustad dan ustadzah mohon lebih ditingkatkan kembali dalam mensiarkan agama Islam ini untuk anak – anak didiknya, karena harapan dari Gus Bupati dengan adanya kegiatan ini akan lebih fokus, lebih inten, untuk memberikan perhatian kepada anak didik khusunya anak yang ngaji ngaji dilanggar itu agar supaya kedepan banyak menghasilkan anak – anak santri yang berakhlakul karimah yang nantinya bermanfaat tentunya bagi kedua orang tua, agama, bangsa dan negara, dan sampai sore ini saya keliling di 7 desa di kecamatan Pakusari masih belum ditemukan penerima honor guru ngaji dari non muslim”. Jelas Bapak Mujiono. SH. MM, Kasi PMKS Kecamatan Pakusari.
(Pewarta : Fifi Kabiro)
