
Jember, independentnew-post.com
12 Pemerintahan Desa se-Kecamatan Kalisat telah melaksanakan Pendistribusian / Penyaluran Insentif Guru Ngaji, dengan besaran insentif sesuai dengan Program Gus Bupati Jember adalah sebesar 1 juta 500 ribu perguru ngaji, dan penyerahannya dilakukan di Perintahkan Desa setempat dengan tujuan agar tidak terjadi antrian dan pelaksanaannya lebih cepat. Senin (6/10/2025).
Sementara disisi lain, Suryono Pendamping Desa Gumuksari Kecamatan Kalisat, Kabupaten Jember, saat diwawancarai awak media terkait pencairan insentif guru ngaji di desa Gumuksari mengatakan, “Pencairan sekarang ini kurang lebih 58 dengan modin, untuk yang tidak hadir sesuai intruksi Gus Bupati akan diantarkan ke rumahnya langsung oleh petugas, dan untuk seluruh guru ngaji mulai di daftarkan di BPJS Ketenagakerjaan, untuk penambahan guru ngaji tahun depan mungkin ada hanya satu, dua, sedangkan untuk tahun ini tidak ada yang ketinggalan”. Ujarnya.

Ainun Aulia salah satu guru ngaji di mushollah Al Barokah Desa Gumuksari mengatakan “Santri Albarokah 33 santri, kebetulan saya mengajar sama ibu, ini saya sudah kedua kali dapat insentif guru ngaji, kalau dulu penerimaannya jadi satu di kantor desa Kalisat, namun saat ini penyalurannya sangat cepat karena penerimaannya di desa masing masing tidak antrian, harapan saya semoga kedepannya tetap lancar seperti ini, kalau terkait BPJS Ketenagakerjaan sangat perlu buat kami”. Ungkapnya.

Kemudian, lain pihak, Bapak Sofyan Zulkarnain Malik Kepala Desa Plalangan, Kecamatan Kalisat, Kabupaten Jember saat diwawancarai terkait penyaluran insentif guru ngaji di Desa Plalangan mengatakan “Alhamdulillah hari ini kita mendapat jadwal pendistribusian insentif guru ngaji, dan ini merupakan satu rangkaian pendistribusian insentif guru ngaji se-Kabupaten Jember, Alhamdulillah kita diberi peranan untuk mendampingi pendamping untuk mendata guru ngaji yang ada di Desa Plalangan ini, dengan harapan agar tidak ada data yang tidak valid lagi atau salah sasaran, kita selaku pemerintah desa mengapresiasi langkah pemkab untuk mengeluarkan pendistribusian insentif guru ngaji”.

“Allhamdulillah, untuk Desa Plalangan hasil dari sering – sering bersama tokoh agama dan lainnya, ketemu 83 orang guru ngaji di Desa Plalangan, kalau usulan awal ada 90 lebih, kemudian ada yang pindah domisili, ada yang sudah meninggal santrinya sudah tidak ada pindah ke tempat yang lain, untuk tahun sebelumnya diperkirakan ada 86 guru ngaji yang ada di Desa Plalangan, ada penurunan karena itu tadi, pindah domisili dan meninggal dunia, untuk tahun depan insya’Allah ada penambahan kuota, karena kemaren ada beberapa kriteria yang sebenarnya itu masuk tetapi belum melengkapi berkas – berkas yang dibutuhkan, kemungkinan penambahannya sekitar kurang lebih 3 sampai 4 guru ngaji”. Ujar Kades Plalangan.
Terkait kevalidan data penerima 83 guru ngaji, Bapak Sofyan Zulkarnain Malik Kades Plalangan mengatakan, “Sebelumnya kita ngambil langkah antisipasi, kita mendata sebelum pendistribusian, kita validkan dulu datanya, agar tidak ada permasalahan – permasalahan yang timbul seperti didesa – desa lainnya, itu kita dampingi pendataan ditingkat bawah, Alhamdulillah data valid dan semuanya sudah terkoneksi satu pintu ke Desa, permasalahannya ada beberapa tokoh yang sekarang masih bepergian ke Wali Lima, ada dua orang, apa nantinya bisa diwakilkan oleh ahli warisnya, atau bagaimana bentuknya kita mohon petunjuk dari petugas yang hadir di kantor desa, harapan saya, insentif guru ngaji ini ditahun depan bisa diperbesar lagi anggarannya”. Jelasnya.
Hasil data yang diperoleh awak media, jumlah penyaluran dibeberapa desa lainnya di Kecamatan Kalisat, yakni Desa Glagahwero penerima guru ngaji kuranglebih sebanyak 58 orang, Desa Patempuran penerima guru ngaji kurang lebih sebanyak 22 orang, Desa Ajung penerima guru ngaji kurang lebih sebanyak 68 orang.
(Pewarta : Fifi Kabiro)
