CV. Karunia Distributor Pupuk Menepis Adanya Isu Kekurangan Pupuk Di Wilayahnya

Bondowoso, independentnew-post.com

Maraknya isu atas dugaan adanya kekurangan pupuk yang di keluhkan oleh para petani khususnya di Kabupaten Bondowoso di tepis oleh CV. Karunia selaku Distributor yang menaungi di empat kecamatan yakni Kecamatan Cermee, Kecamatan Prajekan, Kecamatan Botolinggo dan Kecamatan Klabang.

Pada saat di konfirmasi oleh wartawan independentnew di kantornya yang berada di Prajekan, Noval selaku perwakilan dari pemilik CV. Karunia mengatakan bahwa masalah isu kekurangan pupuk yang ada di bawah naungannya itu tidak benar, menurutnya kalau tidak percaya di persilahkan untuk cek kelapangan (ke kios-kios) agar semua itu lebih jelas.

Noval selaku perwakilan dari pemilik CV. Karunia

Kami selaku distributor telah menghimbau ke semua kios yakni 67 kios yang tersebar di empat kecamatan untuk tidak main-main dengan pupuk dan mohon disalurkan sesuai dengan petunjuk, yakni dengan mengecek di RDKK agar semua berjalan sesuai dengan prosedur tegasnya, untuk harga non subsidi Rp. 310.000 dan harga subsidi Rp. 112.500 bila ada kios yang bermain dengan harga tersebut kami akan memberikan sangsi diantaranya 1. Peringatan, 2. Skorsing, 3.Pemecatan, itu yang akan kami lakukan, lain lagi apabila kios yang tersandung dengan hukum, maka kami langsung akan memberikan sekorsing, bila sudah selesai prosesnya langsung kami lakukan pemecatan (pemutusan kontrak) imbuhnya.

Sementara, salah satu petani yang identitasnya tidak mau di sebutkan mengatakan “saya selaku petani sangat sulit untuk mendapatkan pupuk yang subsidi, karena alasan dari kios bahwa saya tidak masuk di RDKK, padahal saya bukan hanya tiga tahun jadi petani, yang sangat saya herankan orang yang gak punya lahan sawah justru namanya ada di daftar RDKK, terus yang data ini siapa kok asal-asalan atau hanya sekedar mendata di mejanya aja” Jelasnya dengan nada kesal.

Dengan demikian siapakah yang harus bertanggung jawab dengan data yang di duga asal asalan tersebut?
Apakah petani yang betul-betul punyak lahan sawah harus jadi korban selamanya tampa bisa menikmati pupuk subsidi?, Semoga hal tersebut menjadi perhatian pemerintah. (Rahman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *