Pantai Selatan Paseban Sarana Wisata, Juga Diyakini Sebagai Tempat Meditasi Terapi Penyakit Linu dan Setrok

Jember, independentnew-post.com

Jember selatan punya wisata pantai yang sangat bagus dan sangat menarik untuk dapat di kunjungi para wisatawan dari luar negeri maupun mancanegara, jarak tempuh kurang lebih 20 km dari Kecamatan Kencong untuk sampai di Pantai Paseban di Desa Paseban Kecamatan Kencong Kabupaten Jember.

Ada yang menarik dari tempat wisata Pantai Paseban Barat tersebut, bahkan sangat ramai di kunjungi para wisatawan yang sebagian besar diduga memiliki penyakit linu linu dan setrok, seperti halnya pengakuan ibu Maryati warga Kencong yang mempunyai penyakit linu linu pada kakinya dan datang ke pantai paseban barat. Kamis (09/07/2020).

ibu Maryati warga Kencong saat memendam kakinya di pasir pantai Paseban barat

Saat dikonfirmasi oleh awak media, ibu Maryati mengatakan bahwa penyakit yang di alami hampir 10 tahun dan di pantai paseban ini dirinya datang untuk memendam kakinya di pasir sampai ber jam jam dengan keyakinan agar penyakit linunya bisa sembuh.

Disisi lain, menurut pengakuan bapak Narti dari Desa Cakru yang mengalami penyakit setrok dan tidak bisa jalan hampir 3 tahun, dengan keyakinannya juga melakukan terapi di pasir paseban barat, kemudian dari terapi tersebut kaki yang di alami bapak Narti, saat ini sudah bisa pulih dan kembali jalan seperti semula, itu karena bapak Narti melakukan terapinya secara rutin tiap hari, masih menurut pengakuan dari bapak Narti, “ketika kaki di pendam di pasir sangat terasa seperti ada magnet yakni seperti di tarik tarik gitu”, ungkapnya.

Sementara Wagiman selaku penjaga pantai paseban barat mengatakan ke media independentnew-post bahwa “Pengunjung yang berkunjung ke wisata paseban barat yakni untuk melakukan terapi, bukan warga setempat saja tapi juga dari luar kota, seperti Surabaya, Lumajang, Bondowoso untuk penyembuhan meditasi terapi sekaligus berwisata di pantai paseban ini.” Jelasnya.(Tatang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.