
Jember, independentnew-post.com
Program “Pro Gus’e” yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Jember merupakan kegiatan yang bertujuan untuk memberikan layanan layanan kesehatan gratis kepada masyarakat Jember, tanpa syarat rumit, dan sebagai penguatan dari program Universal Health Coverage (UHC), kegiatan Pro Gus’e saat ini dilaksanakan di RSD Balung, Kemudian hadir dalam kegiatan Pro Gus’e tersebut Bupati Jember, Muhammad Fawait SE. MSc (Gus Fawait), Pj. Sekda Kabupaten Jember, Ketua PP3D beserta anggota, Direktur Rumah Sakit Balung, Direktur Rumah Sakit Soebandi, Direktur Rumah Sakit Kalisat, Sekretaris BKKBN Provinsi Jawa Timur, Kepala Bappeda Kabupaten Jember, Kepala Dinas Kesehatan, dan seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Jember. Minggu (14/9/2025).
Dalam sambutannya Bupati Jember mengatakan “Alhamdulillah, semalam kita sudah melaksanakan pembukaan MTQ XXXI Provinsi Jawa Timur yang ada di Kabupaten Jember, dimana Jember dipercaya menjadi even pemerintah Provinsi dan Alhamdulillah kemaren acaranya sangat mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak dan dari Ibu Gubernur Jawa Timur, dari Kepala Kepala Daerah di Jawa Timur yang hadir, bahkan banyak dimedia sosial, masyarakat Jember yang bangga karena pemerintah Kabupaten Jember telah berhasil pelaksanaan Pembukaan MTQ XXXI Jawa Timur dengan sangat luar biasa, dengan sangat meriah, dengan sangat bagus, pembukaan terbesar dalam sejarah MTQ Pemerintah Provinsi Jawa Timur terlaksana dan melebihi dari kemeriahannya, kebagusannya, dibanding pembukaan MTQ Nasional, tentu ini sangat membanggakan bagi kita semua, ini menunjukkan bahwa Kabupaten Jember siap kembali menjadi tujuan wisata even even besar, karena Jember adalah Kabupaten terindah diujung timur pulau jawa, dan saya mohon doa mudah mudahan sampai nanti penutupan MTQ berjalan dengan lancar”.
“insya’Allah penutupan nanti juga akan dilaksanakan dengan cara yang meriah, dengan baik, karena bagi saya ini merupakan bagian dari menjaga nama baik Kabupaten Jember, dan saya ingin menunjukkan bahwa Jember hari ini adalah Jember Baru Jember Maju, yang insya’Allah kalau amanahi menjadi tuan rumah, insya’Allah menjadi tuan rumah yang baik pula, kemudian tadi pagi telah melaksanakan pagelaran budaya Yang Argopuro Festival di Kecamatan Arjasa sebagai warisan budaya yang harus dijaga, even even dijember tidak hanya fashion saja tapi juga ada seni, budaya, keagamaan, maka ditahun tahun berikutnya pagelaran budaya ini akan dirangkai dengan even even yang lain, sehingga nanti bisa dinikmati, disaksikan oleh banyak pihak, dengan harapan masyarakat luar Jember bisa datang ke Jember”. Ujar Gus Fawait.
“Ada beberapa penghargaan yang diperoleh oleh Kabupaten Jember, kemaren saya menerima dari kompas, penghargaan daerah peduli akses baik infrastruktur pendidikan, karena kita tahu bersama bahwa pembangunan infrastruktur pendidikan tahun ini adalah salah satu yang terbesar, kami melakukan efisiensi memotong pembelian mobil dinas bupati, kepala dinas OPD, kami alihkan untuk pembangunan sekolah sekolah yang ada di Kabupaten Jember, sekitar 1.500 an gedung sekolah dan ruang kelas yang rusak berat, sehingga kami menganggarkan efisiensi itu untuk pembangunan kelas kelas, juga kami meminta kepada pemerintah pusat juga sudah ada yang terealisasi, kemudian ditahun 2026 kita akan membuat sekolah percontohan di beberapa tempat, karena kita sadar kalau pendidikan anak itu tidak cukup disekolah, pendidikan anak yang berhasil ketika pendidikan anak melibatkan keluarga, ini akan ada di sekolah percontohan yang banyak melibatkan keluarga ikut serta mensukseskan pendidikan Putra Putrinya”. Jelas Gus Fawait.
“Kita sudah mulai merealisasikan instensif atau honor guru ngaji, dimana penerima guru ngaji hari ini, jumlahnya yang terbesar selama adanya instensif atau honor guru ngaji yaitu sekitar 22 ribu guru ngaji, baik yang Islam maupun non Islam, ini terbanyak dibanding tahun tahun sebelumnya, tentu masih ada pihak pihak yang merasa belum tercover, kami mohon maaf mudah mudahan ditahun tahun berikutnya kami akan bikin lebih banyak lagi, tapi tahun ini saja sudah meningkat hampir 3 sampai 5 ribu penerima, yang paling penting kita selalu menyampaikan bahwa penerimaan instensif atau honor guru ngaji ini harus diberikan secara terhormat, jika sebelum sebelumnya para guru ngaji dikasih rekening, karena rekeningnya tidak ada potongan maka tidak dapat ATM, maka mereka harus ngambil ke bank, sehingga antrinya panjang sekali dan Berjam jam, hari kami berikan atau penyerahannya di kantor desa melalui Bank Jatim, harapannya tidak terjadi antrian yang menumpuk seperti tahun tahun kemaren, kami hanya meminjam balai desa untuk menyerahkan langsung kepada para guru ngaji, bahkan guru ngaji yang sakit kami antar langsung sampai kediaman beliau beliau, harapan saya dengan memuliakan guru ngaji mudah mudahan anak didik yang merupakan anak anak Kabupaten Jember kedepan mudah mudahan ilmunya bermanfaat, ilmunya barokah dan bisa menjadi generasi penerus bangsa, generasi penerus Jember yang baik dan barokah”. Ujar Gus Fawait lagi.
(Pewarta : Fifi Kabiro/Andik)
