Oknum Pegawai di Salah Satu SMP Negeri di Jember Diduga Cium Siswa, Ortu Lapor Polisi

Jember, independentnew-post.com

Lagi-lagi terjadi di Jember dugaan tindak pidana Pencabulan yang di lakukan oknum pegawai disalah satu SMP Negeri di Jember.

Dugaan ini menimpa seorang anak usia di bawah umur (IC) yang bertempat tinggal di Perum Bumi Tegal Besar, Kelurahan Tegalbesar Kaliwates Jember.

PJ orang tua korban tidak terima anaknya di perlakukan seperti itu sehingga melaporkan dugaan pencabulan ini ke ranah hukum.

“Sebagai orang tua saya tidak terima anak saya di lecehkan seperti itu,” ucap PJ Senin (01/09/2025).

Orang Tua Korban berharap Rf terduga pelaku segera di tangkap dan di proses hukum supaya tidak ada korban lagi di SMP Negeri tersebut.

“Oknum Tersebut itu sudah sangat mencemarkan nama baik salah satu sekolah SMP Negeri di Jember, kami berharap kepolisian segera menangkap oknum tersebut,” harap PJ orang tua korban.

PJ Orang tua korban menceritakan Kronologi itu kepada awak media, pada Rabu 27 Agustus 2025 sekira pukulĀ  09.00 WIB, IC datang ke salah satu sekolah SMP Negeri di Jember untuk mengurus legalisir ijazah kemudian bertemu dengan oknum Rf yang diduga merupakan salah bagian Tata Usaha di salah satu SMP Negeri tersebut, setelah selesai melakukan legalisir sekira pukul 10.00 WIB, IC hendak keluar dari ruang Tata Usaha kemudian Rf memegang pundak sebelah kiri IC dan Rf langsung mencium pipi sebelah kiri akan tetapi IC pergi dari Ruang Tata Usaha SMP Negeri tersebut, yang mana kondisi di dalam ruangan sepi sekali tidak ada orang, akibat perbuatan tersebut PJ orang tua korban melaporkan oknum Rf Pegawai Tata Usaha di salah satu SMP Negeri diwilayah Jember ke Mapolres Jember LP/B/316/VII/2025/SPKT/Polres Jember/Polda Jawa Timur. 29/08/2025.

Ditempat terpisah Kepala Sekolah SMP Negeri tersebut saat di konfirmasi media ini mengatakan inisial Rf sudah di laporkan ke dinas terkait.

“Sejak peristiwa itu , hari kamis saya langsung laporkan ke Dinas Pendidikan kabupaten Jember,” kata Kepala Sekolah SMP tersebut. (2/9/2025).

Kepala Sekolah SMP Negeri tersebut juga menyampaikan bahwa saat peristiwa itu saya sedang sakit dan tidak sedang di sekolah. “Saat kejadian itu saya sedang istirahat di Rumah Sakit, jadi tidak tahu persis peristiwa itu,” ungkapnya.

(Pewarta : Fifi Kabiro)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *