
Jember, independentnew-post.com
POL PP (Polisi Pamong Praja) Kabupaten Jember berupaya menertibkan pedagang kawasan alun – alun Jember, agar alun alun terlihat bersih dan indah, utamanya bagi pedagang yang berjualan diarea trotoar dan bahu jalan, POL PP juga akan menertibkan dan menghimbau kepada pedagang yang menggunakan rombong dan kemudian rombong jualannya ditinggal di kawasan alun alun, untuk segera dipindahkan atau dibawak pulang. Kemudian POL PP Kabupaten Jember bukan hanya sebagai petugas trantib akan tetapi POL PP Kabupaten Jember telah melakukan Inovasi dan dinamis dengan membentuk POL PP Wisata, POL PP Budaya, POL PP Seni, dan lain sebagainya.
Kemudian Kasat POL PP Kabupaten Jember Bapak Bambang Rudianto, S.Sos., saat diwawancarai terkait Penertiban Pedagang dikawasan alun – alun Kabupaten Jember, mengatakan, “Jadi di lintas OPD kita sudah bersinergi kemaren, ada yang namanya rumpun pengentasan kemiskinan, rumpun pariwisata, ada rumpun investasi, ada rumpun ketahanan pangan, ada rumpun pendapatan daerah, semua OPD yang terkait akan bersama – sama untuk mengatasi antara lain bagaimana nanti penataan kawasan alun – alun ini kita inginkan nanti bersih, tidak terjadi kumuh, kotor, bau dan sebagainya, kemudian itu akan ditata dan bersih, dan juga kawasan kawasan lain, hari ini kita masih rapat-rapat ada beberapa alternatif dan kami belum bisa menyebutkan alternatifnya, karena belum finalisasi, yang jelas sudah ada upaya untuk itu, dan ini stepnya sudah berjalan, on the trek, dan langkah POL PP untuk sementara waktu, pertama saya berharap kepada semua pedagang yang berusaha di alun-alun untuk sementara ini harus clear dulu alun-alun, Monggo mereka bisa menyesuaikan Di Jalan Kartini, bis menyesuaikan di Jalan Raya, dan lain-lainnya seputaran itu, yang jelas untuk rombong-rombong saya menghimbau kepada pengusaha yang jualan untuk tidak harus rombongnya ditinggal disitu, ini kan menyebabkan kekumuhan dan juga pedagang yang lain ingin seperti itu nantinya, oleh karena itu kalau edialnya menurut kami jualan siang, sore – sore mulai sampai malam, dan nanti malam dipindahkan atau dibawak rombong itu.” Ujarnya
Masih kata Bapak Bambang Rudianto, S.Sos., Kasat POL PP Kabupaten Jember, “Pada prinsipnya aturan sosialisasi sering kali dilakukan, kami kemaren mencoba kronologisnya itu sudah ada aturan-aturannya, sudah ada Perda, Perbup, dan lain sebagainya, termasuk edaran-edaran baik itu dari POL PP dan lainnya, hanya kadang kadang namanya warga kita ini selalu ingin lebih dan lebih, pada saat diberikan kesempatan salah satu lapak dia pingin lebih jadi pingin punya dua lapak, setelah punya dua ingin punya tiga dan sebagainya, informasi – informasi itu memang ada, dan kami menghimbau marilah kita saatnya untuk berbagi bagi yang lainnya belum punya kesempatan berilah kesempatan, jadi yang dobel dobel dan rangkep rangkep itu untuk lebih mengerti lah, dan berikutlah mari kita jaga bersama sama terutama ketertiban, kebersihan dan keindahannya, kami juga harus menghargai dari pemakai alun-alun yang lain, bagaimana sih trotoar itu fungsinya, bagaimana fungsinya jalan, fungsinya bahu jalan, badan jalan dan lain sebagainya, ini kalau kita lihat kadang kadang saudara kita yang berjualan selain ditrotoar juga dibahu jalan, kadang mulai makan ke badan jalan, otomatis ini bisa menimbulkan kerawanan antara lain kemacetan, kecelakaan dan lain sebagainya, lebih lebih yang ada di persimpangan, di ujung – ujung jalan, ini kalau terus tidak ditata tidak ditertibkan akan semakin menambah kesemrawutan hari ini dan kedepannya. mudah mudahan solusinya pembagian sona, kemudian pengaturan jam berjualan dan termasuk dari tim memberikan tempat yang lebih baik lagi.”
“Sekali lagi kami mohon pemahaman dari warga kita, terutama yang berjualan diseputaran alun alun kita jaga bersama sama, karena kita juga akan kedatangan yang tidak hanya tamu tamu lokalan Jember, juga dari lintas kabupaten dan kota, bahkan dari provinsi lain, juga akan datang ke Jember, termasuk dari manca negara, maka kita jaga ketertiban dan kebersihannya, kalau kita tidak menjaga bersama sama nanti kita akan menjadi presiden yang buruk bagi Jember, mari kita bersama sama menyambut, menghargai tamu tamu kita sebaik baiknya, salah satu rencana kami bahwa POL PP ini tidak ansih hanya sebagai petugas penjaga ketentraman ketertiban umum, tapi juga kita harus berinovasi dan dinamis dalam hal ini, dan kami sudah memulai dan membentuk POL PP Wisata, POL PP Budaya, POL PP Seni, dan lain lainnya, karena hari ini kita memiliki personil kurang lebih 600 orang sampai di tingkat kecamatan, dan dari mereka mempunyai telent antara lain ada yang pemusik, ada yang penari, ada yang bisa berdalang, dan lain sebagainya, dan kita juga punya mantan Gus Jember tahun 2019 nanti tim kita yang diberi tugas tambahan sebagai POL PP Wisata salah satunya, dia akan menjadi gait gait wisata juga, bagaimana nanti tampilan tampilan yang ada di alun alun mereka juga akan mendampingi dan kita akan bekali mereka bagaimana menggaiden stang tamu VIP dan masyarakat secara umum, juga kita bekali mereka bagaimana menarasikan obyek-obyek wisata kita, insya’Allah sudah kita luncurkan mereka dengan asesoris yang kita desain tidak kalah artistik.” Jelas Bapak Bambang Rudianto, S.Sos., Kasat POL PP Kabupaten Jember.
(Pewarta : Fifi)
