
Kedah Malaysia, independentnew-post.com
Setelah menempuh perjalanan darat dan udara yang melelahkan selama kurang lebih 30 jam, kontingen Jember Marching Band (JMB) akhirnya tiba di Kedah, Malaysia, pada Rabu (10/9/2025) dini hari pukul 03.00 waktu setempat. Sebanyak 95 atlet dan 23 wali murid yang mendampingi dalam kondisi sehat dan penuh semangat untuk bertanding di ajang Malaysia World Band Competition (MWBC) 2025.
Perjalanan rombongan JMB dimulai dari Bandara Juanda, Surabaya, menuju Kuala Lumpur. Sebelum melanjutkan perjalanan darat ke Kedah, mereka disambut secara hangat di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Malaysia pada Selasa (9/9/2025) malam. Setelah pertemuan dengan Duta Besar, tim melanjutkan perjalanan ke Kedah dengan bus selama enam jam.

“Kedatangan kami disambut baik oleh pihak KBRI, ini menambah motivasi kami,” kata Manajer JMB, H. Tri Basuki.
Setibanya di Kedah, para atlet langsung beristirahat di tempat penginapan yang telah disediakan, yaitu di University Albukhary International. Pagi harinya, Rabu (10/9/2025), para atlet melakukan latihan fisik ringan seperti peregangan untuk melemaskan otot setelah perjalanan panjang.
“Pagi ini anak-anak akan mendapatkan porsi latihan ringan untuk relaksasi,” ujar Galih, salah satu dari lima pelatih JMB.
Galih menambahkan bahwa siang harinya, tim JMB mendapat kehormatan untuk tampil dalam acara peluncuran MWBC 2025. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para orang tua atlet yang turut mendampingi. “Kehadiran orang tua semoga membawa berkah dalam merebut gelar juara untuk Jember baru Jember maju,” tambahnya.

Pada Kamis (11/9/2025), tim JMB dan 18 tim marching band dari berbagai negara ASEAN lainnya akan diberi kesempatan untuk menjajal venue perlombaan. Meskipun persaingan terbilang ketat, H. Tri Basuki tetap optimis.
“Melihat jumlah peserta yang mencapai 19 tim dari sejumlah negara, tim Jember Marching Band tetap optimis bisa bawa pulang empat medali emas,” tegasnya.
Rencananya, tim JMB akan berada di Malaysia hingga 15 September 2025. Setelah kompetisi selesai, mereka akan melanjutkan dengan kegiatan studi tur pada 16 September sebelum kembali ke Tanah Air pada 17 September 2025.
(Pewarta : Fifi Kabiro / Andik)
