Pj. Sekda Bondowoso, Resmikan Klinik Pertanian Kecamatan Grujugan, Program “Satu Kecamatan Satu Klinik”

Bondowoso, independentnew-post.com

Balai Penyuluhan Congkrong Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bondowoso telah meluncurkan Klinik Pertanian di Kecamatan Grujugan, Klinik Pertanian tersebut telah diresmikan secara langsung oleh Pj. Sekda Bondowoso Ibu. Anisatul Hamidah, S.Ag., SH., M.Si., M.Kn. dengan didampingi oleh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bondowoso Hendri Widotono, S.Pt.,M.P. dan Plh. Camat Grujugan Marcos Da Costa, S.Sos., hadir pula dalam acara tersebut Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Bondowoso H. Tohari, bersama A. Mansur. SH, MH, Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Bondowoso dari Fraksi PKB, Kapolsek Grujugan, Danramil Grujugan, Kepala Desa se- Kecamatan Grujugan serta Ketua Kelompok Tani se- Kecamatan Grujugan. Rabu (02/07/2025).

Klinik pertanian adalah bentuk komitmen nyata pemerintah daerah Kabupaten Bondowoso dalam memperkuat ekosistem pertanian secara menyeluruh. Klinik ini akan berfungsi sebagai pusat edukasi, konsultasi, hingga solusi lapangan bagi para petani. Karena ada beberapa kompleksitas tantangan pertanian saat ini, seperti anomali iklim, serangan hama, dan kompetisi harga. Untuk mengatasi tantangan tersebut, Pemerintah Kabupaten Bondowoso akan melakukan pendekatan heksahelix, yang melibatkan pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, media, dan sektor keuangan, hal tersebut juga telah disampaikan oleh Bupati Bondowoso saat H. Abdul Hamid Wahid, M.Ag., saat peluncuran program Klinik Pertanian di Kios Pertanian UD. Hasanah, Desa Pakuniran, Kecamatan Maesan bulan Juni yang lalu.

Kedepan, Pemerintah Kabupaten Bondowoso juga akan memperkenalkan transformasi digital disektor pertanian, memperluas akses terhadap asuransi tani, serta menjalin kemitraan strategis dengan BUMN di sektor pangan dan distribusi. Program “Satu Kecamatan Satu Klinik Pertanian” ini akan diperluas secara bertahap ke seluruh wilayah Bondowoso. Pemerintah Kabupaten Bondowoso akan menggandeng Dinas Pertanian, DPRD, serta mitra dan formulator pertanian untuk memastikan program berjalan optimal hingga ke tingkat desa.

Sementara disisi lain, Ketua Komisi II DPRD Bondowoso, H. Tohari, mengatakan bahwa klinik pertanian sebagai inovasi strategis yang akan membangkitkan sektor pertanian dan mengatasi stagnasi regenerasi petani. H. Tohari juga menjelaskan bahwa klinik pertanian akan terhubung langsung dengan kios pupuk bersubsidi, yang menjadi titik temu utama antara petani dan PPL, Klinik pertanian dirancang untuk interaksi langsung di sana, antara petani dan PPL. Masalah Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) bisa langsung dikoreksi, dan jika ada kendala teknis yang tidak bisa ditangani PPL, akan dibantu oleh para formulator.

H. Tohari juga menyampaikan bahwa Peluncuran Klinik Pertanian ini diharapkan dapat menjadi fondasi kuat bagi kemajuan sektor pertanian Bondowoso, mendukung kesejahteraan petani, dan menjadikan Bondowoso sebagai pionir dalam inovasi pertanian terintegrasi di Indonesia.

Kemudian, Plh. Camat Grujugan Marcos Da Costa, S.Sos., terkait Klinik Pertanian Kecamatan Grujugan mengatakan “Peresmian klinik pertanian Kecamatan Grujugan tersebut adalah bagian dari kegiatan Gebyar Muharram yang di harapkan bisa terus membantu untuk menyelesaikan permasalahan – permasalahan yang ada di masing – masing petani atau kelompok tani di Desa, dan kedepan dengan adanya kerja sama antara petani / kios pupuk dan kelompok tani yang baik, pasti akan tercapai target ketahanan pangan sesuai visi misi Presiden Republik Indonesia”.

(Pewarta : CK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *