
Jember, independentnew-post.com
Kader – Kader DPD Golkar Kabupaten Jember Gelar pertemuan membahas terkait wacana wacana yang berkembang secara nasional maupun kabupaten, kegiatan tersebut dilaksanakan di Queen Cafe & Resto Jember, Jalan Moh. Yamin, Jember Selasa (13/08/2024).
Dalam acara pertemuan Kader – Kader DPD Golkar tersebut, salah satu kader Golkar saat di wawancarai mengatakan bahwa “Pertama ingin saya sampaikan bahwa ada berita – berita besar masalah pemilu, terkait dengan mundurnya Bapak Airlangga Hartarto sebagai ketua umum Golkar, menjadi bagian yang menarik dan viral di metsos, Golkar itu adalah partai yang sudah mapan, sudah matang, sudah memiliki pengalaman yang cukup di dalam kepemiluan, oleh karenanya saya nyatakan bahwa dari nasional sampai lokal/kabupaten tentu Golkar tetap solid, tidak ada persoalan yang arusnya kuat, namun demikian publik mempertanyakan terkait mundurnya ketum Golkar, tentu ini menjadi bagian informasi informasi yang jauh keatas, apapun kondisi yang terjadi pada politik nasional, sekali lagi saya nyatakan Golkar secara nasional sampai kabupaten tetap solid”. Jelasnya.
Masih kata Kader Golkar DPD Kabupaten Jember, “Wabil Khusus kabupaten Jember tidak terpengaruh dan tetap solid, bahwa politik itu merupakan titik tolak dari seluruh kebijakan kebijakan tata negara, oleh karenanya kita perlu menyaring, menganalisa, mengevaluasi, karena kebetulan hari ini juga dalam posisi ada momintum bersama pilkada, bersamaan yang kira kira tanggal 27 Agustus sampai 29 Agustus sudah mulai pendaftaran, ada wacana kotak kosong, ada wacana macam macamlah, saya pikir itu masih wacana, karena kejelasan apapun nanti ada pada saat tanggal 27 – 29 Agustus dibuktikan dengan P1KWK sebagai prasyarat sahnya pendaftaran ke KPU ” katanya.
“Kekuasaan yang berlebih itu berbahaya, berbahaya kepada potensi besar korupsi akan kuat, wacana wacana yang berkembang itu perlu dipahami secara bersama sama, agar jangan sampai menjadi sebuah kekuasaan yang melebihi standar kekuatan, potensi korupsi menjadi pendidikan politik yang tidak baik bagi masyarakat, namun demikian pertemuan sore hari ini tidak ada intervensi dari pihak manapun, tidak ada pesanan dari manapun, tapi menjadi bagian pendapat orang Jember, pendapat saya pribadi sebagai Kader Golkar, dan terkait pilkada itu merupakan titik tolak harkat dan martabat kehidupan masyarakat, terutama di kabupaten Jember.” ujar salah satu Kader DPD Golkar Kabupaten Jember.
Sementara disisi lainnya, Kader DPP Partai Golkar Muhammad Oheo Sinapoy, SE, MBA, pria kelahiran Kendari Sulawesi Utara, saat dikonfirmasi melalui telf atau Video Call terkait Mundurnya Ketum Golkar mengatakan “Yang jelas dengan mundurnya ketua umum Golkar, mekanisme organisasi di partai Golkar, karena partai Besar sudah ada mekanismenya, artinya ini hal biasa, ketua umum mundur itu hal biasa, jadi mundurnya ketua umum ini adalah pertama hal yang biasa, bukan luar biasa, secara organisasi hal mundurnya ketua umum itu sudah ada mekanismenya, dan malam ini jam 8 malam akan ada rapat pleno untuk memutuskan siapa Plt. yang mengisi jabatan ketua umum yang kosong ini.” Jelasnya.
“Terkait pilkada kabupaten ini akan terpending untuk sementara waktu, karena yang akan menandatangani dokumen P1KWK adalah ketua umum parpol yang bersangkutan dengan sekjennya, dengan adanya mendurnya Airlangga ini, berarti seluruh surat rekomendasi itu pasti akan direvisi, revisi itu artinya pejabat yang akan menandatanganinya.” Ujar Muhammad Oheo Sinapoy.
Golkar pada faktanya menginginkan kadernya, itu point utama bahwasannya dukungan sebuah parpol terhadap pilkada yang akan mencalonkan itu menginginkan kadernya, atau kalau tidak, ada komitmen yang sangat tinggi terhadap partai yang akan nanti mengusung atau mendukung, itu ada dua rumusan utama, sebagai partai besar Golkar menginginkan kadernya, terjemahan kader ini yang harus dibicarakan para penerima mandat mandat rekomendasi dari partai Golkar itu, tentunya masih ada harapan kader untuk maju dipilkada, dalam politik itu sesuatu tidak bisa berubah sesaat hari H nya, selama belum ada janur kuning, masih bisa terjadi perubahan, artinya masih ada harapan bagi semua kader untuk solid dan bersatu, karena soliditas itu penting di sebuah organisasi, yang kedua adalah persatuan” Katanya dengan tegas.
(Pewarta : Fifi)
