Sekda Bondowoso H. Syaifullah, Himbau Agar Insentif Guru Ngaji Dapat Dimanfaatkan Secara Maksimal Di Bulan Ramadhan

Bondowoso, independentnew-post.com

Sekda Bondowoso, H. Syaifullah menghimbau kepada para guru ngaji yang mendapatkan insentif dari pemerintah, untuk dimanfaatkan semaksimal mungkin dalam kepentingan ibadah di Bulan Ramadhan.

“Ini perjuangan pemerintahan Bupati dan Wakilnya bersama seluruh elemen termasuk DPRD. Mohon dana itu dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk kepentingan ibadah di bulan ramadhan. Termasuk pembelian mungkin seperti makanan dan lain-lain yang bersifat ibadah,” ujarnya.

Pihaknya akan terus berupaya memperbaiki data guru ngaji yang selama ini masih belum dapat. “Jangan khawatir, segera mendaftar kembali bagi guru-guru ngaji yang masih belum, yang terpenting sesuai kriteria untuk mendapatkan honor sesuai dengan ketentuan yang ada di Peraturan Bupati  (Perbup),” jelasnya.

Karena sebelumnya, H. Syaifullah mendapatkan, ada data tiga sampai empat guru ngaji yang selama ini masih belum masuk pada kelompok guru yang tidak mendapatkan honor. Sedangkan santrinya sampai lebih dari 80.

Melalui forum guru ngaji ini, Sekda akan terus melakukan pendataan dan terus melakukan perbaikan – perbaikan kedepannya. “Pendataan ini mungkin butuh waktu, Insyaallah sampai Agustus kita akan lakukan perbaikan – perbaikan,” janjinya.

Sekda juga menerangkan kenapa para guru ngaji tidak mendapatkan honor secara utuh, yang awalnya Rp 1,5 juta mereka mendapatkan Rp 1.450 ribu. Sebab, kata Sekda sisa uang Rp 50 ribu ini sebagai potongan di rekening atau tabungan Bank. “Artinya di rekening itu disisakan 50 ribu sebagai administrasi lembaga perbankan,” jelasnya.

Terkait persoalan yang mungkin kurang berkenan di masyarakat, pihaknya meminta untuk menyampaikan langsung kepada Dinas Pendidikan atau kepada Sekda H. Syaifullah secara langsung.

Sekda juga mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang terus memberikan informasi terkait guru ngaji dan bekerjasama dengan Pemerintah Bondowoso untuk melakukan perbaikan – perbaikan.

“Ini program strategis bagi masyarakat, dimana dengan Pak Bupati yang seorang ulama bisa memberikan perhatian kepada para guru ngaji yang memang sebagai ujung tombak perbaikan mental dan moral di masyarakat,” pungkasnya. (Sukri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *