Cairkan Insentif Guru Ngaji, PPP Bondowoso Berikan Presiasi Pada Pemkab Bondowoso

Bondowoso, independentnew-post.com

Dewan Pimpinan Cabang Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Bondowoso mengapresiasi langkah pemerintah kabupaten (Pemkab) Bondowoso mencairkan Insentif Guru Ngaji serta menambah kuota pencairan insentif guru ngaji tersebut yang dilakukan di Bank Jatim, Kamis (30/04/2020).

Insentif yang diterima oleh masing – masing guru ngaji berkisar satu juta lima ratus rupiah (Rp.1,5 juta), hal ini tak ada perubahan nilai nominalnya, tetap seperti tahun – tahun lalu. Kendati demikian di pemerintahan Bupati Drs. KH Salwa Arifin ada penambahan kuota penerima sebanyak dua ratus (200) orang guru ngaji.

Ada dua ribu dua puluh sembilan (2.029) guru ngaji yang mendapat pencairan insentif di tujuh kecamatan di kabupaten Bondowoso yakni Kecamatan Kota Bondowoso, Tlogosari, Pujer masing – masing mencairkan di Bank Jatim Cabang Bondowoso sedangkan untuk Kecamatan Wringin, Prajekan, Wonosari dan Maesan pencairan dilakukan di kantor Kas dan Kantor Cabang Pembantu Bank Jatim.

Ketua DPC PPP Bondowoso, Drs. H Buchori Mun im memberikan apresiasi terhadap pemerintahan Bupati  Drs. KH Salwa Arifin dan H. Irwan Bachtiar Rahmat. Walaupun Bondowoso diterpa musibah pandemi Virus Corona, tetap tidak mengurangi perhatian kepada guru ngaji.

“Semoga dengan insentif guru ngaji yang telah dinaikkan nominalnya dari Rp 800 ribu menjadi Rp 1,5 juta, bisa berguna dan berdaya guna, manfaat barokah. Saya berharap Pemerintah Daerah lebih memperhatikan lagi insentif guru ngaji ditahun – tahun mendatang”, harapnya.

Menurut politisi PPP H. Buchori, penambahan nominal dan kuota merupakan janji politik Bupati Drs KH Salwa Arifin dan H. Irwan Bachtiar Rahmat untuk menaikkan insentif guru ngaji. Sekalipun semua anggaran dipotong 50%, Al hamdulillah pemotongan dimaksud tidak berimbas kepada insentif guru ngaji.

kedepan, Pemerintah Daerah Bondowoso berjanji tidak hanya akan memberikan insentif kepada guru ngaji, tetapi juga akan memberikan bantuan sarana yang dibutuhkan oleh guru ngaji, seperti sarana musholla, tempat wudlu dan air bersih.

Sementara itu Kadis Pendidikan dan kebudayaan Drs. H. Harimas mengatakan bahwa jumlah guru ngaji yang menerima insentif meningkat dari tahun sebelumnya. dari jumlah 5.435 guru ngaji menjadi 5.621 orang guru ngaji dan pencairan dimulai hari ini hingga 08 Mei 2020 mendatang.

“Pengambilan insentif tersebut tidak harus hari ini. Bisa kapan saja. Terserah para guru ngaji. Mau mengambil kapan saja. Bank Jatim siap melayani”, kata Drs. H. Harimas mantan Kepala BKD. (Sukri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.