
Jember, independentnew-post.com
Tim Kabupaten Jember di Cabor silat dan karate t lah mewakili provinsi di tingkat nasional, berbeda dengan tahun kemaren, kalau tahun kemaren Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) ada lima Cabor yang diperlombakan, yakni silat, karate, bulutangkis, renang, atletik, akan tetapi di tahun 2025 ini, karena kebijakan efisiensi dan sebagainya, oleh pemerintah melalui Pusat Prestasi Nasional (Pusprenas), dan Balai Pengembang Talenta Indonesia (BPTI), yang berjalan hanya dua Cabor yaitu silat & karate.
Sementara hasil wawancara dengan Kabid Pembinaan SMP Dispendik Kabupaten Jember, Bapak Tulus Wijayanto, S.Pd., M.Si., terkait atlet yang mewakili provinsi di tingkat nasional mengatakan “Alhamdulillah Tim Kabupaten Jember itu sudah ada perwakilan dan mewakili provinsi di tingkat nasional, berbeda dengan tahun kemaren, kalau tahun kemaren Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) ada lima Cabor yang diperlombakan, yang pertama silat, karate, bulutangkis, renang, atletik, namun khusus di tahun 2025 ini, karena kebijakan efisiensi dan sebagainya, oleh pemerintah melalui Pusat Prestasi Nasional (Pusprenas), dan Balai Pengembang Talenta Indonesia (BPTI), ini yang O2SN yang berjalan hanya dua yaitu karate sama silat, karena kita sudah mendapatkan informasi dari sekolah – sekolah bahwa yang atletik sudah latihan, yang bulu tangkis sudah punya atlet, akhirnya kita tetap mengadakan, mewadai yang sudah ada pembinaan di sekolah – sekolah ini.” Ujar Bapak Tulus Wijayanto, S.Pd., M.Si. Rabu (6/8/2025).
Masih kata Bapak Tulus Tulus Wijayanto, S.Pd., M.Si., “Yang kita wadai tersebut untuk melaksanakan Olimpiade Olahraga Kabupaten, yang diikuti oleh masing-masing sekolah yang sudah mendaftar, pendaftarannya sudah sejak bulan kemaren, jumlahnya atlet yang terlibat ini ada 171, sekolah negeri maupun swasta untuk SMP, untuk yang tingkat nasional, kita sudah melaksanakan dan kita sudah melakukan seleksi di tingkat kabupaten, seleksinya itu sudah dibulan juli kemaren tanggal 23, 24, 25, 26, itu sudah dilaksanakan di SMP 7, yaitu silat sama karate, kita akan tetap melaksanakan Cabor yang biasanya ada, tapi ditambah yang bisa kita laksanakan olimpiade olahraga siswa kabupaten ini, sekaligus kita tambahi lomba lomba agustusan, Atletik kita laksanakan di GSG hari ini, yang kedua itu renang, ini akan dilaksanakan di kolam renang kebon agung, tenis meja ada beberapa yang mintak untuk dilaksanakan, memang belum ada cabornya kita memberikan wadah ini dilaksanakan di gortima hari jumat, bulutangkis yang banyak pesertanya dilaksanakan di agor argopuro mulai Senin sampai Rabu.” Ujarnya lagi.
“Prinsip kami di dinas pendidikan, dengan Dispora itu sudah sangat bersinergi, artinya secara prosedur ketika memang ada atlet yang ada disekolah dibawah kewenangan kami ketika ada surat dari Dispora, kami juga akan memberikan rekomendasi atau dispensasi untuk sekolah memberikan kebijakan bahwa atlet tersebut mengikuti lomba, yang perlu kita pikirkan bersama terkait bagaimana pembinaan yang harus dilakukan mulai sejak awal agar nanti bisa memenuhi target, kita harus mempunyai semangat, tentunya kami mendukung total sepenuh hati apa yang menjadi target dari kabupaten, tentunya salah satunya memberikan izin atau rekomendasi atau dispensasi yang mengikuti latihan atau TC, dan kami kontribusi yang sangat nyata berdasarkan arahan dari Gus Bupati, ini adalah atlet atlet yang menang porprov ini akan kita akomodir untuk mendapatkan beasiswa, jadi ini prioritas, kalau lainnya yang prestasi akademik itu IP harus 3,5 tetapi ketika melampirkan sebagai juara 1, juara 2, juara 3 porprov ini sudah cukup, kalau kelompok beregu tentunya ini sama dengan seleksi penerimaan murid baru (SPMB), tentunya ketika tidak ada saingannya, misalkan kuota beasiswa prestasi itu 100, ternyata itu masih masuk di 100 itu, ketika terkait beasiswa prestasi kami tidak lakukan sendiri, kami langsung ke ahlinya yaitu dispora, Dispora yang melakukan wawancara, memverifikasi dan memvalidasi apakah layak atau tidak layak atau sangat layak menerima, Dispora lebih faham, lebih fahamnya seperti atlet perorangan pointnya 100%, misalkan Doble seperti bulutangkis tentunya berapa persen, sama seperti SPMB, kami tentunya ada panduan dan point point khusus, sama juga ketika peringkatnya itu provinsi atau nasional, kita kerjasama dengan Dispora, tentu nantinya Dispora yang akan memberikan masukan kepada kita, karena yang lebih faham adalah Dispora.” Jelas Bapak Tulus Wijayanto, S.Pd., M.Si.
(Pewarta : Fifi / Andik)
