
Jember, independentnew-post.com
Bupati Jember Muhammad Fawait (Gus Fawait) telah melantik Jupriono sebagai Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Jember. kegiatan berlangsung di Pendopo Wahyawibawagraha. Senin (28/04/2025).
Pelaksanaan upacara pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan tersebut dihadiri oleh Ketua DPRD Kabupaten Jember, Forkopimda Kabupaten Jember (Komandan Kodim 0824 Jember, Kapolres Jember, Kepala Kejaksaan Negeri Jember, Kepala Pengadilan Negeri Jember), Komandan Brigif 9, Ketua TP PKK Kabupaten Jember, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta camat dari seluruh wilayah Kabupaten Jember, Kepala Bank Indonesia, Kepala OJK Kabupaten Jember, Kepala Kemenag Jember, Kepala Kantor Pertanahan Jember, Kepala BPJS Ketenagakerjaan, Kepala BPJS Kesehatan, Jember, Kepala Bakorwil 5 Jember, Kacabdin Jember-Lumajang, Kepala Taspen Jember.
Dalam sambutannya, Bupati yang akrab disapa Gus Fawait ini menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kinerja Arief Tjahyono yang telah menjalankan tugas Sekda selama masa transisi, beliau juga berharap Pj. Sekda yang baru dilantik dapat meneruskan capaian positif yang telah dibangun serta meningkatkan kinerja administrasi pemerintahan di Kabupaten Jember.
Gus Fawait menekankan, Pj. Sekda harus terus berkolaborasi dengan seluruh perangkat daerah agar pelayanan publik kepada masyarakat semakin optimal, Jupriono, yang sebelumnya dikenal memiliki pengalaman panjang di bidang pemerintahan, diharapkan mampu menjawab tantangan dan kebutuhan organisasi pemerintahan daerah selama masa tugasnya sebagai Pj. Sekda.
Pemerintah Kabupaten Jember optimistis bahwa dengan pengalaman dan dedikasi yang dimiliki Jupriono, kinerja birokrasi di lingkungan Pemkab Jember akan semakin solid, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Gus Fawait juga dalam pidatonya menambahkan, “Kami masih punya PR yaitu adalah masalah kemiskinan yang belum terurai sampai saat ini birokrat harus tegak lurus merah putih satu komando tidak birokrat itu seperti partai karena bukan organisasi politik”.
Gus Fawait juga menyoroti pentingnya netralitas birokrat, terutama di tengah dinamika politik. Ia mengingatkan agar para ASN tetap tegak lurus kepada merah putih dan pimpinan, bukan bersikap seperti kader partai politik, Birokrat bukan politisi. Kalau ingin berpolitik, mundur dari PNS dan masuk partai. Tapi kalau tetap menjadi birokrat, maka harus loyal dan taat keputusan. Ujar Gus Fawait.
(Pewarta : Fifi)
